Februari 01, 2011

KETIKA ULAMA TERTIDUR DI KERANDA MAYAT
“ assalammualaikum pak haji”.
“hey,,,kau,,,berhutang 2 sapi padaku..waalaikumsalam”
“maaf pak haji saya masih belum punya daya apa-apa untuk hal ini……saya butuh lebih banyak waktu,saya mohon ,sapi pak haji kan banyak,,,,saya doakan semakin bertambah rizki pak haji “.
“doa dari orang-orang yang berhutang itu tidak akan di ijabah oleh tuhan…..”
Ya itulah sabda yang hampir setiap menit aku dengar dari pak Kyai haji sulani. Ulama besar.tersohor nan kaya raya.mobil mewah.sapi banyak.istri banyak.anak banyak.uang banyak.subhanallah….
Tak terhitung berapa banyak uang yang ia keluarkan untuk membantu orang-orang tak mampu.
Tapi tak teryana berapa banyak hujatan yangt ia kecap pada orang-orang itu.
Ah…begitulah dia…. Bapakkku…yang sejak hajinya ke-11 tak mau lagi ku panggil bapak tapi abah haji..
Yah,,,,,hidup….aneh…relistis dan materialistis…
aku sendiri sudah lupa berapa jumlah saudara-saudara ku…di mana mereka…dan siapa nama ibu mereka…nama ibuku saja aku terkadang butuh waktu yg cukup untuk benar-benar mengucapkannya…
tak seperti anak-anak ulama lainnya yang pasti adalah anak “pondokan” ..aku lebih memilih bersekolah di sekolah umum dan tinggal bersama abah haji sulani bapakku…
merasa bangga punya bapak yang di segani orang karena seorang ulama yang kaya raya memang sudah seharusnya ada di benakku…tapi  dengan memandang tabiatnya yang konyol seperti menghitung jumlah santunannya terhadap anak yatim,membohongi orang banyak dengan mengatakan bahwa ia hanya menikah lima kali saja,bahkan juga memberiku makan uang riba’ dia lakukan,,aku semakin dilemma harus mengatakan apa jika ada yang bertanya seperti apa bapakku si abah haji sulani itu..
aku pernah bertanya pada Allah SWTdalam sholat ku di tengah malam..apa gerangan yang membuat bapakku menjadi sedemikian tak terkendali….dan Allah menjawab pertanyaanku lewat seoang yang sangat ku kenal melebihi aku mengeal bapakku… mbok darminah…pembantu yang ngeramut aku dari bayi…ternyata semua yang terjadi pada bapakku tak ada sebabnya..memang begitulah sifatnya sedari dulu sejak pertama mbok darminah kerja di rumah atau yang lebih pantas disebut istana ku…
setelah tahu  jawabannya,,sejak saat itu aku mangganti doaku pada Allah..aku meminta ada satu cara agar bapakku sadar akan semua yang pernah ia ambil kendali…bahkan kalau cara itu adalah harus kehilangan semua sapi,sawah.dan isteri-isteri bapak seperti yang dikisahkan di sinetron-sinetron Indonesia biasanya. Aku rela ya Allah….
Tapi doaku mungkin masih tersendat…Allah masih senang lihat pperilaku bapakku yang demikian…
“ az-zahra putri abah haji, kemana kau hendak pergi? Kalau jawabanmu hendak ke rumah si anak tukang cuci itu,,lebih baik kau jadi anaknya saja…”
“astagfirullah hal adzim abah…abah bicara apa? Abah ngusir Zahra? Zahra butuh sesuatu dari kartika”…
“hey…sudah berapa kali aku bilang…panggil aku abah HAJI !!apa kau sudah mulai tuli? Apa yang bisa kau dapatkan dari anak yang ibunya hanya tukan cuci dan bapak yang hutangnya tak lunas-lunas…masUK!nanti sehabis isya’ ikut abah ke masjid agung”.
Yayaya…..yaayayaya……aku berharap tidak ada satu laki-laki tampan yang melihat wajahku saat itu… tampak sangat buruk..
Aduh si bapakku,,,kenapa kau sangat picik? Kenapa kau sangat indah di luar dan hangus di dalam???
Tapi,ada apa tiba-tiba bapak mengajak ku ke masjd agung? Biasanya aku hanya harus dirumah saja.. ohh…jangan-jangan…………………….

Benar sudah …sangat benar apa yang ada dalam otakku….
Aku disuruh jadi sekertaris bapak dadakan!!!
“catat berapa uang yang aku keluarkan dari dompetku untuk santri-santri yang ada d masjid nanti… ingat..jangan kau KORUP!!! Dosa!!”
Bapak…bapak….dasar bapak ku gila…..
Ya..itu hanya sebagiann kecil dari tabiat bapakku ….. pernah suatu hari ada seorang santri bapak yang mengeluh kekurangan biaya untuk pulang kampung…tapi malah memaki-makinya sampai si santri itu menangis…dalam keadaan yang masih menangis ada beberapa pejabat desa yang datang kerumah,,entah apa yang ada di pikiran bapak..bapak malah ikut-ikutan menangis lalu memberi uang seraya berkata “sudah….sudah…ambil saja uang ini…tidak usah di kembalikan…kau butuh berapa???”… mendengar perkataan bapak itu aku dan tentu saja santri itu jadi bingung…….tadi di maki-maki sekarang di junjung setinggi langit…..ya…terang saja… bapak memang begitu,,beramal jika ada orang lain yang melihat saja adalah sebuah Asas bagi bapak, tapi kalau tidak ada orang yang melihat…wahh….sungguh malang nasib orang yang meminta bantuan pada bapakku……
Harus sampai kapan pak??    
Sampai dua tahun berselang …tak sedikitpun tabiat bapak berubah menjadi lebih baik…tapi lebih dari sekedar gila,bapak sudah sangat keterlaluan biadab!!
Sampai pada H-7 hari yang menurut bapak akan jadi hari terpenting di hidupnya..bapak mendapat kehormatan menjadi imam sekaligus khotib di masjid kebanggaan Indonesia,masjid Istiqlal.. tepatnya pada hari raya Idul fithri nanti,,yang lebih membanggakan lagi adalah bahwa acara ini akan di hadiri langsung oleh presiden RI…setiap orang yang mengalami situasi seperti bapak pasti akan sangat gugup…tapi,ruanya hal ini tidak berlaku pada bapak,,sdikitpun bapak tidak menyiapkan apa-apa..yang di lakukan bapak hanyalah sesumbar kepada orang banyak bahwa ia di minta secara langsung untuk menjadi imam dan khotib…. Ya..bapakku memang seperti itu adanya….
H-2 sebelum acara di Istiqlal dan sekaligus H-2 acara terpenting dalam hidup ku…
Bapak masih seprti biasanya…..
“Zahra,,,,belikan abah obat flu…beli di apotek saja!” kata bapak sambil terbatuk-batuk…
“kenapa harus jauh-jauh beli di apotek abah??kalau sekedar obat flu,di warungnya pak sunaryo ka nada…Zahra beli di situ saja ya ?” tanyaku balik pada bapak..
“Kau ini……obat yang di jual dengan modal uang Hutang itu HARAM bagi abah!!!!”…
Wawwww……hokum baru ya abah??tanyaku dalam hati…..
Rupanya abah memang sakit,aku lihat wajahnya sedikit pucat,mungkin karena abah mulai sering pulang sampai malam menjelang pagi hari,entah apa yang sedang di lakukan bapak…
Sore itu,keadaan bapak semakin tidak baik,,demamnya kian tinggi,wajahnya makin pucat pasi…ya allah…sakit apa bapakku ini??
“zahra antarkan abah kedokter ya???” pintaku ..
“keluar saja..abah mau tidur…jangan bangunkan abah…biar abah bangun sendiri” jawab abah..
Entah setan apa yang sedang bertahta di benakku,,biasanya aku akan memaksa bapak jika dia tidak ingin di bawa ke dokter,tapi kali itu,aku menurut saja apa yang di kehendaki bapak…
Karena sibuknya menyiapkan berbagai keperluan menyambut hari raya Idul Fithri,,tak terasa bapak sudah 1 malam tak keluar kamar….bukannya tidak peduli pada bapak,tapi rumah sebesar itu hanya bapak , aku dan mbok darmi yang mendiami..jika acara sebesar itu hanya aku serahkan pada mbok darmi saja….wah…sungguh kejam sekali aku…..
“allahuakbar…allahuakbar….allahuakbar…laillahaillallahuakbar…..” takbir mengumandang…mendamaikan hati setiap insan yang mendengarnya…tapi…..wait!!!kemana bapak??
Sebelum shubuh dengan berat hati…aku datang kekamar bapak…
“abah…sudah idul Fithri abah…..abah harus siap-siap ke istiqlal…” teriakku…
“abah….zahra masuk ya…” pintaku lagi…
Tapi tetap tak ada jawaban….terpaksa aku masuk ke kamar bapak…
Ttuuuiiiiittttt……………..wwwuuuuussss……………. kamar bapak KOSONG!!!
Aku cari bapak keruang sembahyang…tapi tak ada… sudah semua sudut rumah aku telusuri..tapi abah tak ada….pikirku,mungkin abah sudak ke masjid,aku mencoba menelpon abah tapi dering handphone abah ternyata ada di kamrnya….. aku menyerah…aku meminta mbok darmi mencari abah ke masjid….bukan Cuma mbok darmi tapi semua santri dan santriwati di ponpes bapak pun ikut mencari-cari bapak….tapi bapak tak juga tampak ….
“mbok…keman lagi kita harus mencari bapak???beliau sedang sakit.dan sebentar lagi acara di Istiqlal akan segera di mulai…lalu bagaimana nasib bapak???”…tanyaku dalam tangis pada mbok darmi..
“westalah…non….kita berdoa dan berusaha dulu…..semuanya kan ada yang ngatur….” Jawabnya dengan tenang…..wanita itu memang pandai membuat hatiku damai….
Dengan perasaan tak karuan..aku melangkahkan kaki ke masjid ponpes untuk menunaikan sholat sunnah Idul  Fithri bersama dengan mbok darmi….
Rasanya hanya tubuhku saja yang ada disana tapi tidak dengan jiwaku yang melayang-layang….
Sepulang dari masjid,,sudah bisa aku ramalkan,di rumah sudah ada 1 mobil paspampres yang seakan siap memangsa mangsanya….
Mereka mencari bapakku,mereka juga mengatakan bahwa bapak  telah mempermalukan Negara di hadapan tamu-tamu luar negri yang hadir di Istiqlal pagi itu….GUBBRRRAAAKKK!!!!!!
Apa ini ya Allah???apa yang sedang engkau siapkan pada hambamu ini???kenapa semua jadi seperti ini???
Hari berganti hari….mingu berganti minggu…..tak juga bapak tampak….segala ikhtiar sudah aku lakukan….hanya satu yang belum…mengadakan acara tahlilan….karena aku sangat yakin abahku,bapakku belum mati!!!
Aku yakin itu…..tapi,kemanakah bapak sekarang?apa yang sedang ada dalam fikirannya???apa yang sedang ia lakukan???ya Allah…rahasia apa lagi yang ingin engkau tunjukkan pada hamba????
Selang waktu berganti bapak masih tetap tak ditemukan,sedangkan setiap hari aku harus melihat paspampres berjaga-jaga di depan rumah seolah-olah sangat siap menjemput bapak…ya…rupanya pak presiden marah besar….kata pers,pak presiden merasa seperti sudah di hina oleh KH.Sulani…
Hhaaaahhhhhhhhhhh………………………………………………..
Hari terus berlalu dan sudah hampir 2 bulan bapak tak di ketemukan…..
Sampai pada aku merayakan hari raya idul adha,hanya berdua bersama dengan mbok darmi dan ribuan santri di ponpes milik bapak…. Sangat meriah,sangat khidmat walau tanpa kehadiran bapak…
“mbak Zahra,mungkin di rumah mbak ada bak besar untuk nampung daging….ada daging lebih…rencananya akan di bagikan di kampung sebelah…..” ..
Pertanyaan itu membuat khayalan ku akan keberadaan bapak menjadi menghilang …
“ oh ya…ada…banyak malahan….ada di gudang belakang….mari saya antar…” jawabku ramah….
Sambil berjalan mengantar santri itu ke gudang belakang, tiba-tiba perasaanku makin tak karuan… dag,dig,dug rasanya,,, entah kenapa…. Keringat dingin terus keluar dari dalam tubuh,, ya allah…kenapa aku??????????
“wah….sudah lama tidak di buka ya mbak….. kotor sekali….seram lagi…..”
“hhaah…iya…..mungkin sudah 5 tahun tidak di buka sama sekali…..kalau gag kamu ingatkan…mungkin saya juga sudah lupa punya gudang tua ini….”… jawabku gurau..
Sambil menemani santri itu mencari peralatan yang ia butuhkan, aku masuk semakin ke dalam gudang, “gudang yang megah” gumamku….. mulai dari peralatan rumah tangga,mobil,motor, ada disini….. tapi, ada satu pemandangan di sudut gudang yang membuatku terpana….
Ada sekitar 5 tumpuk keranda mayat!!!!!!!!!
“untuk apa bapak menyimpan yang seperti ini???.....sampah siapa ini????”…  sambil terus bergerutu…. Entah malaikat apa yang mendorong kuterus melangkahkan kaki semakin mendekat kea rah keranda-keranda mayat tersebut….
4 keranda mayat ini terbuka…. Tapi yang satu tertutup kain,dan tampaknya seperti baru di buka, tapi siapa??? Sudah 5 tahun tak ada yang masuk kesini,aku berani mengatakan ini karena hanya akulah satu-satunya memegang kunci gudang ini…. Karena penasaran… aku buka kain penutup itu dan wuish!!!!dalam hitungan detik semua menjadi GELAP!!!!!!!!!
“non Zahra…..non….. astagfirullah non…..istighfar………”
Samar-samar ku dengar suara itu,saat membuka mata kusadari itu mbok darmi,, ketika mulai merasa nyawaku telah seutuhnnya terkumpul, aku langsung memeluk wanita tua bersahaja itu…
“kenapa mbok????kenapa bapak jadi begini????kenapa harus bapak?????mbok jawab mbok????”….tanyaku dalam tangis di peluk mbok darmi..
“istighfar non…percaya sama yang kuasa……” jawabnya mencoba menenangkan hatiku,,,,
Tapi,takdir illahi berkata lain, semuanya kembali Gelap….dan hening…
Tetap tak kuasa ku rasakan…… hati anak mana yang tak akan pilu, ketika setelah hampir 2 bulan mencari-cari bapaknya yang dengan tiba-tiba menghilang entah kemana…..dan dengan tidak sengaja seperti sudah di takdirkan, menemukan bapaknya di gudang belakang rumah sedang tertidur,,, tertidur di KERANDA MAYAT selama lebih kurang 2 bulan lamanya……..
Itulah kisah terakhir  yang aku ingat…… sebelum aku sendiri tertidur untuk selama-lamanya di KERANDA MAYAT itu!!!!






0 komentar:

Posting Komentar

silahkan comment...